Friday, August 18, 2006

Dasar APES (part 2)

Apa yang tlah berlalu, mungkin biarkan saja...
Apa yang tlah Hilang, mungkin iklaskan saja....


Bila diciptakan untuk kita, meski ia terbang dan hilang entah kemana, namun entah kapanpun ia kan kembali lagi pada kita....seperti sang merpati kemanapun ia terbang jika telah lelah maka kembalilah ia ke rumahnya....

Namun jika memang tidak ditakdirkan untuk kita sekuat apapun kita menggenggamnya maka suatu saat pasti ia kan lepas juga...

Ini masih melanjutkan sepenggal ceritaku yang terpenggal beberapa saat yang lalu....(kaya senetro ja ya, pake bersambung segala....red)

Sejenak setelah sampai diarea pandaan, ku coba menghubungi HP ku lagi setelah aku juga mencobanya saat masih didaerah Lawang tadi. Namun sayangnya saat masih di lawang meski bisa dihubungi tapi tidak diangkat...mungkin karena kode areanya masih 0341...lantas saat situasi seperti ini pada sispa aku harus meminta bantuan???
akhirnya tanganku memencet beberapa nomor yang menghubungkanku dengan my best fren BABON...Dengan amat panik aku bercerita jika aku baru saja di rampok orang dan aku harus kehilangan HP ku lagi. Dengan nada suara yang sungguh amat berbeda aku dapat menangkap bagaimana terkejutnya orang disebrang telpon yang lagi aku curhatin.....Lalu aku sekalian aja meminta tolong padanya untuk menghubungi HP ku kalo-kalo para rampok itu bersedia mengangkatnya biar bisa diajak bernegoisasi agar setidaknya aku bisa menebus HP itu...Dan tentunya aku juga berpesan padanya untuk tetap bungkam mulut tidak melaporkan hal ini pada keluargaku terlebih dahulu...
Akhirnya telpon dariku diangkat juga oleh para rampok itu setelah nada hubung beberapa kali berbunyi...
Aku mencoba bernegoisasi...(mungkin ini salah satu keahlianku, tapi baru kali ini aku bernegoisasi dengan para bajingan.red). dari negoisasi itu terbuatlah sebuah kesepakatan akan adanya pertemuan antara kita besok pukul 10 pagi di warung MUNGIL Lawang...itu terjadi setelah ia tidak berani menemuiku di pandaan karena aku mengaku anak pandaan...LAWANG,tak ada tempat lain yang aku tau disana kecuali Warung itu...tapi ternyata mereka minta bertemu di MUNGIL 2....(ternyata warung itu ada 3 di daerah itu,baru tau aku.red). Tak hanya itu mereka bersi keras agar aku datang ketempat itu sendirian....setelah perbincangan alot akhirnya aku hanya boleh datang dengan 1 orang saja yaitu temanku yang sedang bersamaku saat perampokan itu terjadi...(mungkin mereka pikir dia itu pacarku, padahal bukan.red)...
Aku pikir kita bisa mengadakan penjebakan dengan melibatkan pihak berwenang...namun setelah sampai di rumah toni dan berembuk dengan seluruh anggota keluarganya diputuskan untuk menunggu 1 orang keluarga yang cukup tau dengan urusan begituan. Akhirnya aku pamitan pulang dulu karena sudah terlalu sore...
Sesampainya dirumah ibu bertanya perihal kepergianku tapi...tentang pergi kemana dan sama siapa?? aku jawab aja sekenanya sambil berlalu karena biasanya akan berlanjut pada cerita jika aku tidak segera pergi...sebab tadi Toni berpesan padaku untuk tidak ngomong ke ibu dulu jika HP ku ilang apalagi karena dirampok orang. Toni pun sempat berjanji untuk memberikan ganti HP itu setelah aku ngomong jika itu adalah HP terakhir yang diberikan ibu untukku...yang artinya dia tidak kan membelikan HP lagi untuk aku jika HP itu sampai rusak palagi Hilang...mengingat Harganya yang lumayan,red).
Setelah perampokan itu berlalu, aku masih tidak habis pikir sambil masih menunggu waktu yang tepat untuk bisa menceritakan semua kejadian itu kepada ibu tanpa harus membuatnya marah atau bahkan kaget....karena seperti prinsipku jika sepahit apapun aku kan tetap mengatakan apa saja yang terjadi padaku...sebab aku masih tanggung jawab mereka sebagai orang tua ku...
Setelah menyantap nasi goreng bersama Ibu&bapak, tiba-tiba telpon rumahku yang kebetulan berada tepat di depanku berdering. kontan aku mengangkatnya....Toni menelponku jika ia bersama bapak&ibunya akan ke rumah untuk memberikan uang ganti sebab berdasarkan hasil rembukan bersama keluarga besarnya lebih baik HP ku tidak usah ditebus besok, dan sebagai gantinya Toni memberikan uang ganti separuh harga HP itu sebagai penghiburku....
mendengar dia berkata seperti itu, aku kaget dan takut bukan kepalang...sebeb disebelahku masih ada bapak....(ga tau seperti apa reaksi bapak jika mendengar hal ini. yang pasti bakalan sangat menakutkan. palagi jika dia tau tadi aku keluar bersama seorang pria.bisa mati aku.red..) kalo masalah ibu aku masih yakin mungkin ibu masih bisa mengerti setelah mendengar ceritaku nanti...tapi ga mungkin banget aku menceritkan ini di rumah karena bagaimanapun bapak pasti dengar....akhirnya sebelum Toni&keluarga datang aku berinisiatif untuk mendatangi rumahnya dulu dengan membawa ibuku...lantas aku beralasan minta diantar ibu untuk membeli jamu...
Bukannya ke toko jamu tapi ibu ku bawa kerumah Toni...mungkin ibu sudah berfikir yang macam-macam....apalagi setelah beberapa keluarganya yang bertemu dijalan bilang ke ibu untuk sabar....
Masih dengan kebingungannya ibu duduk di kursi tamu rumah toni...akhirnya Bapak toni mulai bercerita perihal perampokan yang menimpa kami...Ya ALLAH...dengan terus terisak ibu kaget bukan kepalang....akhirnya aku baru berani juga bercerita lebih detil tentang semua...dan perihal penebusan itu ibuku juga melarangku...
"Biarkan saja...yang hilang biarlah hilang. jangan ditebus...yang penting kalian selamat...kalo ga kamu natar malah diminta yang macam-macam....sudahlah biarkan saja..."

Ya harusnya aku bersyukur karena ternyata ibuku tidak marah dengan semua ini, malah dengan bijak ia menyuruhku untuk merelakan dan mengiklaskan semuanya....
akhirnya aku dan ibu harus pulang deng segera karena keluarga Toni yang tetap mau memberikan uang sebegai gantinya....Sebab musibah seperi itu tak layak untuk menyalahkan siapa dan mendapatkan ganti....Nyawa kita selamat saja sudah ALHAMDULILLAH....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home