Dasar APES (part 3)
Meskipun sampai saat ini aku masih tetap mengharapkan HP itu kembali ke tanganku dang masih juga teringat di kepalaku perihal penodongan itu yang setiap saat membuatku bergidik, namun tetap saja aku tidak mau menerima HP W550 yang sudah toni belikan untuk aku sebegai ganti...Bukan karena apa-apa aku hanya tidak mau merasa berhutang budi kepada orang lain....ya seperti kebiasaanku yang tidak seberapa suka menerima pemberian dari orang lain karena aku menganggap itu sebuah beban meskipun aku tau mereka memberi dengan ketulusan hati..sebab aku lebih suka memberi, bukan diberi...karena aku merasa lebih bermakna dengan cara itu...Berkali-kali ia menelpon ku untuk kerumahnya hanya untuk melihat HP tersebut,hal itu karena aku melarang ia kerumah karena kwatir ada bapak...sebab bisa gawat nantinya...
Aku laporkan saja ke ibu jika dia akan mengganti HP ku akhirnya ibu menelponya dan sampai mengancam putus hubungan tali silaturahmi jika dia tetap mau mengganti HP ku...
Namun sifat keras toni tak padam begitu saja meski ibu sudah mengomel dan mengeluarkan ancaman mautnya....masih saja ia mencoba merayuku untuk bisa kerumahnya meski hanya untuk melihat saja....aku pun tetap tidak mau seperti amanat ibu...akhirnya hari ini ia terpaksa datang kerumah untuk memberikan HP itu, baru diletakan dimeja sudah aku kembalikan lagi sembari aku bilang jika lebih baik HP itu diuangkan saja untuk biaya kuliahnya....dia tetap ingin memaksa aku, tapi untung nya tiba-tiba bapak datang untuk mengambil karpet. hingga akhirnya karena tidak mau ribut HP itu dibawa lagi olehnya untuk dijual lagi sambil ia berpamitan pergi...
Mungkin lebih baik seperti itu sebab musibah seperti itu tak layak untuk diganti dalam bentuk apapun kecuali di Iklaskan saja. Jika Allah mengizinkan maka Ia kan memberikan rizki dan panjang umur untuk bisa membeli lagi di lain waktu...ya seperti yang bapak selalu bilang jika
"semua hanya pemberian Allah, jika hilang jangan terlalu di sesali. Tetap berusaha dan berdo'a maka suatu saat Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi..."
Tapi setidaknya dari sekelumit peristiwa itu setidaknya ada hikmanya...ya akhirnya aku mendapat secercah petunjuk untuk bisa memutuskan dan mengambil sikap tantang segala yang membuatku terjebak dalam lingkaran selama ini....
setidaknya aku mulai berani untuk menyatakan jika
"Mungkin Kita tidak akan bisa sejalan jika kita bersatu...."sebab aku dan kamu sama-sama keras seperti batu dan mungkin kita butuh tetesan-tetesan embun yang melunakan kita, dan aku tidak mendapati itu pada dirimu. mungkin juga kau tak akan mendapatkan itu pada diriku...
Mungkin suatu saat aku harus mengatakan itu padamu jika kau sudah mengatakan juga sesuatu yang selama ini selalu tertunda kepadaku....

0 Comments:
Post a Comment
<< Home