Sunday, March 26, 2006

Kejujuran

Mungkin Tangan kita saat ini sedang bergandengan.Mungkin mata kita saat ini saling memandang.Dan mungkin tubuh kita salin terpagut dalam erat pelukan.

Tapi apa yang terjadi akhir-akhir ini, sungguh membuatku serasa asing.kau seperti manusia yang tak pernah ku kenal sebelumnya.Kau serasa berbeda.sangat berbeda.

Kau semakin jauh terasa meski aku bisa merasa sentuha kulitmu.Kau semakin memperlebar "jarak" itu"Jarak" yangdengan susah payah kau bangun dan kau pertahankan."Jarak" yang semakin mebuat kita rikuh dalam kebersamaan ini.

Kenapa??Seolah kau menarik dirimu jauh kedalam dirimu sendiri, saat aku mulai menangkap kesedihanmu.Kenapa?seolah tak kau izinkan seorangpun tau bahwa kau sedang kesakitan karena terluka.

Mungkin mulutmu denga rapat tertutup.tak membuka tuk mengeluarkan sebentuk kata yang mewakili sedikit rasamu.Rasa yang sebenarnya sudah tak sanggup lagi kau simpan sendiri.Rasa yang sudah semakin ingin meluap membanjiri dirimu dan orang yang da disebelahmu.

Tapi dari sorot mata yang meredup itu aku bisa melihat segala gundahmu.Mata itu terlalu jujur untuk mengatakan apa yang dirasa sang empunya.Mata itu bercerita tentang bagaimana hancurnya kamu saat kau melihat fakta yang sangat pahit.fakta yang sama sekali tak pernah terbayangkan dalam kehidupanmu selama ini.

Entah apakah merasa semakin bersalah atau justru terluka.saat tiap penggal kisah busuk itu tersaji dimatamu, tapi kau tak berdaya tuk hanya sekedar berkata "Jangan"Semakin sakit kau rasakan saat kau terjepit dalam sebuah simalakama yang akirnya memaksamu tuk berdiam saja.karena kamu tak ingin kehilangan semuanya bukan??

Sebab saat semuanya hilang, ia tak akan pernah kembali lagi?? Seperti debu yang tersapu entah kemana akhirnya berlabuh.Tapi itukan yang membuatmu layaknya robot yang tak punya kuasa atas hidupnya bila tak dialiri listrik. Atau itu yang membuatmu layaknya mayat hidup yang hanya bisa menunggu dengan pasrah kapan harinya tiba saat kau benar-benar menjadi mayat.

Sobat..., Aku rasa kamu suda cukup kuat.Menghadapi semuanya ini sendiri tanpa ingin siapapun terlibat.Tapi berhentilah sejenak tuk beristirahat.

Aku disini menyediakan pundakku yang penuh tulang ini tuk tempatmu tumpahkan air mata.Aku disini menyediakan telingaku tuk mendengarkan segala keluh kesahmu.Aku disini menyediakan tanganku tuk kuulurkan padamu.Aku disini menyediakan tubuhku tuk memelukmu.

Jangan kau takut padaku..Aku bukan Monster...Jangan curiga padaku...Aku bukan maling...

Masihkan kau menganggapku palsu?

Sampai kapan kan seperti ini?Aku tak tau harus bicara apa lagi jika kau anggap segala ketulusan ini sebagai kepalsuan belaka.Asal kau tau apa yang aku lakukan selama ini adalah sebagian dari kejujuran yang aku punya.Dan Kejujuran Itu adalah aku tak bisa berhenti untuk menyayangimu dengan caraku, meski terlihat palsu dan terlalu naif