Tuesday, August 29, 2006

1 Year 2 B a Jomblo

Ketemu lagi Ma bulan Agustus....Bulan Kemerdekaan...Begitu kata mereka...
Mungkin merdeka juga buat Aku...Kalo aku flasback bentar ke se tahun yang lalu da cerita yang ga bisa aku lupain sampai sekarang. Cos dimulai dari bulan itu banyak peristiwa yang tak terlupakan dalam proses pendewasaan diriku....
Pas tanggal 17 Agustus yang biasanya di peringati sebagai detik-detik proklamasi ada momwn spesial dirumah...yup akhirnya Kaka ku mengakhiri masa janda nya setelah menemukan tambatan hatinya lagi...semua keluarga Heppi...akhirnya keluargaku aman dan damai setelah mengalami gonjang-ganjing....akupun senang....Congrat Sis...!!
lalu tanpa terasa waktu liburan dah habis...Huh sedihnya jika harus balik lagi ke surabaya buat menjalani kehidupan masiswa yang ternyata tak semudah seperti yang pernah terbayang....Tapi hati juga senang karena bakalan bisa ketemu lagi ma kekasih hati yang sudah lama ga ketemu....
Hari-hari pertama back to campus ternyta membuatku murung setelah melihat SIIS betapa terjun payung nya IP ku yang sampai menyentuh angka 2,...HIk sedih sekali...Wal hasil aku terdiam untuk beberapa hari dan saat. aku males bicara ma orang....yup aku kalut dan terharu melihat IP ku....
Kejutan datang lagi...tepatnya tahun lalu pada hari ini aku menerima sebuah kejutan yang benar-benar mengejutkan dibandingkan nilai IP ku.....Yup tiada hujan, tiada Angin tiba-tiba sang kekasih hati yang sangat aku cintai tiba-tiba bilang
"Kayaknya kita harus sampai disini deh....karena kita ga cocok..."
Dengan amat sangat bingungnya aku yang waktu itu lagi nogkrong depan Usman...tiba-tiba serasa waktu dan bumi berhenti berputar untuk beberapa saat...Thuing-Thuing...aku tiba-tiba Blank....sampai akhirnya aku hanya bisa bicara
"LO Kenapa?? da yang salah?? lantas ketidak cocokan kita dimana?"
yup dengan wajah santai nya tiba-tiba terlontar sebuah kelimat yang tak akan pernah ilang dari ingatanku kecuali aku gila ato aku mati dari mulut cintaku...
"Karena Setelah aku pikir...,ternyata selama ini aku ga benar-benar suka sama kamu.."
Seperti tersambar geledek mungkin...Aku semakin lemas....semakin kalut dan yang jelas semakin Blank....Ga bisa berfikir apa-apa setelah mendengar apa yang diucapkannya.........
"Lantas Kita ngpain selama ini....ya selama 1,2 tahun" mungkin itu yang terngiang di kepalaku....kata-kata itu seperti berputar terus....sampai aku mumet rasanya....
tapi emang dasarnya aku yang ga selalu Speacless di hadapan orang-orang yang aku cintai lantas aku malas untuk membahasnya lebih lanjut sebab aku masih mumet dan ga bisa mikir.....
Setiba aku di kos seperti orang gila mungkin.....wajah sembab dan penampilan kucel serta air mata yang tiada hentinya mengalir terus....Aku semakin gila....
"Opo nek awakmu ngono kui aku seneng ta???"
Kata-kata babon seakan membangunkanku...ya betapa tidak saat kita beli makan pun aku tak bisa membendung air mata ini....
Akhirnya aku sedikit sadar bahwa duniaku masih belum berakhir meski ia yang aku cintai meninggalkanku dengan cara yang menyakitkan...Aku tau aku masih banyak teman dan orang yang menyayangiki seperti Babon dan Geng Dugem Usman...
Tak di sangka rasa yang demikian hebatnya untuk tetap mencintainya kini harus berbalik arah....memaksaku untuk melanggar janji pada diriku sendiri hingga akhirnya aku harus membenci orang lagi....
Hingga maaf jika kini aku membuangmu dari kehidupanku sama seperti kau membuangku dulu.....
Tanpamu aku masih bisa berpijar dengan begitu banyak cinta yang selalu diberikan dengan ketulusan hati oleh orang-orang yang menyanyangiku bukan sepertimu......
Saat ini adalah memorabilia 1 Year To Be JOMBLO...akhirnya aku mulai sadar jika aku lebih bermakna dan merdeka sekarang saat tanpa mu....
BUat Jomblo-Jomblo lain...tetap semangat....!!! karena JOmblo bukanlah Dosa..!!!

Friday, August 18, 2006

Dasar APES (part 3)

Meskipun sampai saat ini aku masih tetap mengharapkan HP itu kembali ke tanganku dang masih juga teringat di kepalaku perihal penodongan itu yang setiap saat membuatku bergidik, namun tetap saja aku tidak mau menerima HP W550 yang sudah toni belikan untuk aku sebegai ganti...Bukan karena apa-apa aku hanya tidak mau merasa berhutang budi kepada orang lain....ya seperti kebiasaanku yang tidak seberapa suka menerima pemberian dari orang lain karena aku menganggap itu sebuah beban meskipun aku tau mereka memberi dengan ketulusan hati..sebab aku lebih suka memberi, bukan diberi...karena aku merasa lebih bermakna dengan cara itu...
Berkali-kali ia menelpon ku untuk kerumahnya hanya untuk melihat HP tersebut,hal itu karena aku melarang ia kerumah karena kwatir ada bapak...sebab bisa gawat nantinya...
Aku laporkan saja ke ibu jika dia akan mengganti HP ku akhirnya ibu menelponya dan sampai mengancam putus hubungan tali silaturahmi jika dia tetap mau mengganti HP ku...
Namun sifat keras toni tak padam begitu saja meski ibu sudah mengomel dan mengeluarkan ancaman mautnya....masih saja ia mencoba merayuku untuk bisa kerumahnya meski hanya untuk melihat saja....aku pun tetap tidak mau seperti amanat ibu...akhirnya hari ini ia terpaksa datang kerumah untuk memberikan HP itu, baru diletakan dimeja sudah aku kembalikan lagi sembari aku bilang jika lebih baik HP itu diuangkan saja untuk biaya kuliahnya....dia tetap ingin memaksa aku, tapi untung nya tiba-tiba bapak datang untuk mengambil karpet. hingga akhirnya karena tidak mau ribut HP itu dibawa lagi olehnya untuk dijual lagi sambil ia berpamitan pergi...
Mungkin lebih baik seperti itu sebab musibah seperti itu tak layak untuk diganti dalam bentuk apapun kecuali di Iklaskan saja. Jika Allah mengizinkan maka Ia kan memberikan rizki dan panjang umur untuk bisa membeli lagi di lain waktu...ya seperti yang bapak selalu bilang jika
"semua hanya pemberian Allah, jika hilang jangan terlalu di sesali. Tetap berusaha dan berdo'a maka suatu saat Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi..."

Tapi setidaknya dari sekelumit peristiwa itu setidaknya ada hikmanya...ya akhirnya aku mendapat secercah petunjuk untuk bisa memutuskan dan mengambil sikap tantang segala yang membuatku terjebak dalam lingkaran selama ini....
setidaknya aku mulai berani untuk menyatakan jika
"Mungkin Kita tidak akan bisa sejalan jika kita bersatu...."
sebab aku dan kamu sama-sama keras seperti batu dan mungkin kita butuh tetesan-tetesan embun yang melunakan kita, dan aku tidak mendapati itu pada dirimu. mungkin juga kau tak akan mendapatkan itu pada diriku...
Mungkin suatu saat aku harus mengatakan itu padamu jika kau sudah mengatakan juga sesuatu yang selama ini selalu tertunda kepadaku....

Dasar APES (part 2)

Apa yang tlah berlalu, mungkin biarkan saja...
Apa yang tlah Hilang, mungkin iklaskan saja....


Bila diciptakan untuk kita, meski ia terbang dan hilang entah kemana, namun entah kapanpun ia kan kembali lagi pada kita....seperti sang merpati kemanapun ia terbang jika telah lelah maka kembalilah ia ke rumahnya....

Namun jika memang tidak ditakdirkan untuk kita sekuat apapun kita menggenggamnya maka suatu saat pasti ia kan lepas juga...

Ini masih melanjutkan sepenggal ceritaku yang terpenggal beberapa saat yang lalu....(kaya senetro ja ya, pake bersambung segala....red)

Sejenak setelah sampai diarea pandaan, ku coba menghubungi HP ku lagi setelah aku juga mencobanya saat masih didaerah Lawang tadi. Namun sayangnya saat masih di lawang meski bisa dihubungi tapi tidak diangkat...mungkin karena kode areanya masih 0341...lantas saat situasi seperti ini pada sispa aku harus meminta bantuan???
akhirnya tanganku memencet beberapa nomor yang menghubungkanku dengan my best fren BABON...Dengan amat panik aku bercerita jika aku baru saja di rampok orang dan aku harus kehilangan HP ku lagi. Dengan nada suara yang sungguh amat berbeda aku dapat menangkap bagaimana terkejutnya orang disebrang telpon yang lagi aku curhatin.....Lalu aku sekalian aja meminta tolong padanya untuk menghubungi HP ku kalo-kalo para rampok itu bersedia mengangkatnya biar bisa diajak bernegoisasi agar setidaknya aku bisa menebus HP itu...Dan tentunya aku juga berpesan padanya untuk tetap bungkam mulut tidak melaporkan hal ini pada keluargaku terlebih dahulu...
Akhirnya telpon dariku diangkat juga oleh para rampok itu setelah nada hubung beberapa kali berbunyi...
Aku mencoba bernegoisasi...(mungkin ini salah satu keahlianku, tapi baru kali ini aku bernegoisasi dengan para bajingan.red). dari negoisasi itu terbuatlah sebuah kesepakatan akan adanya pertemuan antara kita besok pukul 10 pagi di warung MUNGIL Lawang...itu terjadi setelah ia tidak berani menemuiku di pandaan karena aku mengaku anak pandaan...LAWANG,tak ada tempat lain yang aku tau disana kecuali Warung itu...tapi ternyata mereka minta bertemu di MUNGIL 2....(ternyata warung itu ada 3 di daerah itu,baru tau aku.red). Tak hanya itu mereka bersi keras agar aku datang ketempat itu sendirian....setelah perbincangan alot akhirnya aku hanya boleh datang dengan 1 orang saja yaitu temanku yang sedang bersamaku saat perampokan itu terjadi...(mungkin mereka pikir dia itu pacarku, padahal bukan.red)...
Aku pikir kita bisa mengadakan penjebakan dengan melibatkan pihak berwenang...namun setelah sampai di rumah toni dan berembuk dengan seluruh anggota keluarganya diputuskan untuk menunggu 1 orang keluarga yang cukup tau dengan urusan begituan. Akhirnya aku pamitan pulang dulu karena sudah terlalu sore...
Sesampainya dirumah ibu bertanya perihal kepergianku tapi...tentang pergi kemana dan sama siapa?? aku jawab aja sekenanya sambil berlalu karena biasanya akan berlanjut pada cerita jika aku tidak segera pergi...sebab tadi Toni berpesan padaku untuk tidak ngomong ke ibu dulu jika HP ku ilang apalagi karena dirampok orang. Toni pun sempat berjanji untuk memberikan ganti HP itu setelah aku ngomong jika itu adalah HP terakhir yang diberikan ibu untukku...yang artinya dia tidak kan membelikan HP lagi untuk aku jika HP itu sampai rusak palagi Hilang...mengingat Harganya yang lumayan,red).
Setelah perampokan itu berlalu, aku masih tidak habis pikir sambil masih menunggu waktu yang tepat untuk bisa menceritakan semua kejadian itu kepada ibu tanpa harus membuatnya marah atau bahkan kaget....karena seperti prinsipku jika sepahit apapun aku kan tetap mengatakan apa saja yang terjadi padaku...sebab aku masih tanggung jawab mereka sebagai orang tua ku...
Setelah menyantap nasi goreng bersama Ibu&bapak, tiba-tiba telpon rumahku yang kebetulan berada tepat di depanku berdering. kontan aku mengangkatnya....Toni menelponku jika ia bersama bapak&ibunya akan ke rumah untuk memberikan uang ganti sebab berdasarkan hasil rembukan bersama keluarga besarnya lebih baik HP ku tidak usah ditebus besok, dan sebagai gantinya Toni memberikan uang ganti separuh harga HP itu sebagai penghiburku....
mendengar dia berkata seperti itu, aku kaget dan takut bukan kepalang...sebeb disebelahku masih ada bapak....(ga tau seperti apa reaksi bapak jika mendengar hal ini. yang pasti bakalan sangat menakutkan. palagi jika dia tau tadi aku keluar bersama seorang pria.bisa mati aku.red..) kalo masalah ibu aku masih yakin mungkin ibu masih bisa mengerti setelah mendengar ceritaku nanti...tapi ga mungkin banget aku menceritkan ini di rumah karena bagaimanapun bapak pasti dengar....akhirnya sebelum Toni&keluarga datang aku berinisiatif untuk mendatangi rumahnya dulu dengan membawa ibuku...lantas aku beralasan minta diantar ibu untuk membeli jamu...
Bukannya ke toko jamu tapi ibu ku bawa kerumah Toni...mungkin ibu sudah berfikir yang macam-macam....apalagi setelah beberapa keluarganya yang bertemu dijalan bilang ke ibu untuk sabar....
Masih dengan kebingungannya ibu duduk di kursi tamu rumah toni...akhirnya Bapak toni mulai bercerita perihal perampokan yang menimpa kami...Ya ALLAH...dengan terus terisak ibu kaget bukan kepalang....akhirnya aku baru berani juga bercerita lebih detil tentang semua...dan perihal penebusan itu ibuku juga melarangku...
"Biarkan saja...yang hilang biarlah hilang. jangan ditebus...yang penting kalian selamat...kalo ga kamu natar malah diminta yang macam-macam....sudahlah biarkan saja..."

Ya harusnya aku bersyukur karena ternyata ibuku tidak marah dengan semua ini, malah dengan bijak ia menyuruhku untuk merelakan dan mengiklaskan semuanya....
akhirnya aku dan ibu harus pulang deng segera karena keluarga Toni yang tetap mau memberikan uang sebegai gantinya....Sebab musibah seperi itu tak layak untuk menyalahkan siapa dan mendapatkan ganti....Nyawa kita selamat saja sudah ALHAMDULILLAH....

Monday, August 14, 2006

Dasar APES (part 1)

G Tau APa salah ku.... Ga tau Ujian ato Cobaan.... Yang jelas aku sedang mengalaminya...
Ya Robbana....Ampun kan segala dosa Hamba...Kuat kan hamba dalam menjalani segala ombak kehidupan ini.... Entah apalagi yang akan hadir, entah sebagai karunia atau cobaan... Yang jelas aku masih bersyukur dan Harus selalu bersyukur.... Sebab aku masih bisa melihat jingga sang mentari dari dapur rumahku, masih bisa menghirup dinginnya udara pegunungan welirang diselatan rumah ku dan masih kudengar detak jantung ku saat senyap menjelang tidur... Jika tidak mungkin saja aku sudah bertemu dengan Malaikat MUNKAR & NAKIR di alam Barzah.... Ya ALLAH Na'uzubillahi minzalik...... Harus aku akui sejak akhir tahun lalu aku memang dirundung musibah beruntun... mulai dari di kejar-kejar anjing sampai babak belur di komplek, Helm kesayangan ilang di TP, Jatuh dan patah kaki, Valentin HP kesayanganku juga melayang...dan sekarang lagi..............HIKssss :( Bagaimana tidak setelah peristiwa valentin yang mengkorbankan 6600 ku lenyap begitu ja, just becouse aku telodor hingga ketinggalan saat makan di warung..Sampae 5 bulan aku dengan iklas harus memakai HP pink yang suka mati kalo di telpon... akhirnya setelah dapet sumbangan dari my Lil' Bro PENTOL sejumlah 700 ribu saat hari Ultah buat beli HP baru karena aku harus bilang ke dia setelah HP Pink itu aku jual karena dah ngedrop terus.... Akhirnya cita-cita punya HP bagus keturutan juga.....YUP bersama BABON kita brangkat ke WTC buat hunting HP....Dasaranya dah dari awal aku pengen beli SE yang seri Walkman akhirnya bisa juga dapet W810i dengan harga 33xxxxx yang akhirnya aku harus bilang ke ibu kalo aku bobol BCA bapak buat nambahin kekurangan sumbangan dari PENTOL.... Untuk IBU memang orang paling baik ke aku...dia ga komentar macem-macem selain berpesan padaku sekaligus pada BABON waktu telpon Kos
...."AWAS, ojok sampe ilang mane yo. Nek sampe ilang maneh ga bakalan aku gelem nukokne maneh, meskipun awakmu sampe boging....!!!"
begitu wejangan ibuku...... "OK boss, sendiko dawuh...." balasku.... baru juga berapa minggu sangkin sayangnya aku ama HP baruku biar ga kegores layarnya aku belikan screen guard (SG) yang agak bagus...karena bagus harganya juga mahal..... hanya berselang 1 minggu setelah aku belikan SG, liburang aku pulang..... Karena dah lama pengen dan juga karena dah janji,akhirnya TOni Sahara mengajakku JJS ke Kebun Teh Lawang....Awalnya tajub dengan pemadangan.....enak....tapi dia ngajak naik terus dan dapat ditempat yang agak jauh dari kawasan keramaian.... wah semakin seru karena pemandangannya benar-benar keren....kita duduk di sebuah batu sambil menikmati keripik singkong dan ngobrol2 masalah perkuliahan....aku rasa belum juga terlalu lama mungkin baru 30 menitan gitu....pas lagi asyik2nya ngobrolin cerita KP di PAL eh....ada 2 orang bersenjata lari datengain kita....Sambil bawa Arit buat Ng-Rumput tiba-tiba dia menodongakan ARIT nya itu ke aku.....Setengah percaya dan tidak....(cos rasanya kaya mimpi, red) dia minta HP dan Barang-barang ku....Aku hanya diam (KETENGGENGEN, bahasa jawanya, red) sambil terngiang di telingaku ancaman IBU kalo HP itu sampe ilang lagi.....(Matilah Aku....tak sanggup membeyangkan betapa marahnya ibu....,red) akhirnya aku bilang "ga da HP mas...". Tiba-tiba saja yang bawa Clurit menghampiri Toni dan menggeledah dia, dapatlah Dompet....sambil lemas Toni hanya bisa berkata "Wis mas Sampeyan Gowo kabeh Duite tapi surat-surate ojok....".... Aku pikir yang satunya lagi tidak berbahaya karena sepertinya dia tidak membawa senjata....Eh ternyata prediksiku salah....dia membuka Kaosnya dan mengeluarkan sebilah pisau Bayonet dari selipan celana di perut nya....diacungkan ke aku... Rasanya seperti melihat malaikat Ij'roil akan mencabut nyawa....kontan saja tanpa pikir panjang aku harus menyerahlah HP ku yang belum genap berusia 1 bulan ditangaanku.....dari pada aku ditusuk atau apalah....sebab mungkin dia bisa nekat jika tidak aku berikan....Hi...takut..... setelah dapat HP ku dan semua uang TOni yang diraup...mereka pergi begitu saja, sambil berlari.... Maunya aku teriak....tapi toni melarangku karena dia pikir percuma sebab mungkin saja tak sang penolong tidak segera datang tapi perampoknya kembali dan menggorok kita.... Apalah daya.....tapi itu masih lebih untung rasanya sebab yang diminta hanya HP dan uang....bayangkan aja jika yang diminta itu sepeda Motor Jupiter MX nya toni yang juga terbilang masih baru itu yang diminta.....membayangkan saja aku ngeri..... Kita langsung turun melalui jalan berbatuan sampai aku takut jika kita sampai terjatuh.... sampailah kita di POS satpam....dengan panik kita lapor....tapi serasa percuma saja meski semua pos jaga akhirnya dihubungi untuk memberhentikan setiap sepeda motor yang seperti kami sebutkan cirinya, sebab mungkin rampok nya sudha kabur lewat jalan setapak yang tembus desa sebelah dari komplek kebun tersebut.... Akhirnya dengan masih panik dan lemas kita berdua pulang..... Toni sangat merasa bersalah dan terpukul atas kejadian itu, sebab dia merasa tidak bisa melindungi aku. sedangakan Aku juga masih takut jika ibu tau HP ku ilang lagi, sekaligus masih bersyukur karena tapi aku tidak dilukai....